1
1. Siapkan master data
Periksa customer, shipper, consignee, vendor/carrier, lokasi, currency, exchange rate, charge, dan accounting mapping.
2
2. Buat order shipment
Pilih Sea, Air, atau Land Freight. Isi service, pihak, cargo, route, schedule, penanggung jawab, dan referensi eksternal.
3
3. Konfirmasi referensi job
Save order dan gunakan nomor yang dihasilkan di seluruh dokumen serta transaksi keuangan.
4
4. Siapkan dokumen operasional
Buat Shipping Instruction dan B/L atau AWB. Lakukan review draft sebelum finalisasi/release; B/L dan AWB tidak memakai transaction approval.
5
5. Catat estimate dan actual charge
Gunakan charge code, pihak, currency, rate, tax, dan job yang benar.
6
6. Proses expense dan billing
Buat Advance/Settlement, Vendor Bill, dan Customer Invoice melalui workflow masing-masing.
7
7. Approve dan post
Selesaikan approval hanya untuk jenis dokumen yang mendukungnya, lalu posting dan periksa status.
8
8. Bayar dan terima
Gunakan Payment atau Receipt Voucher dan alokasikan ke dokumen open yang benar.
9
9. Monitor dan rekonsiliasi
Periksa milestone, dokumen, variance, unbilled job, AP/AR, advance, dan profitabilitas.
10
10. Tutup job
Lakukan closing setelah delivery, dokumen, billing, cost, advance, settlement, dan allocation selesai.
Sea Freight
Prosedur shipment laut
Expense Management
Advance dan settlement
Cashier Management
Payment dan receipt
